MASIGNALPHA101

Belajar dari punk, hindari informasi yang memecahkan belah persatuan

Belajar dari punk, hindari informasi yang memecahkan belah persatuan
Tuesday, October 31, 2017



Untuk membaca lebih dalam tentang artikel ini, Anda harus membaca tulisan yang ada digambar di atas.



Gambar di atas adalah lirik lagu dari band punk bernama Bunga Hitam.
Lagu yang berjudul "jangan ikut bernyanyi" tersebut sangat lah pas untuk kehidupan bangsa sekarang yang sangat mudah terpecah belah.


Lagu ini tepat untuk Anda yang masih sekolah, agar terhindar dari berita yang mampu memecah belah.

"Jangan ikut bernyanyi" sebuah kata-kata yang bermakna "jangan lah asal mengikuti sesuatu hanya dari sepintas saja"

Saya akan mengambil contoh paham A dan Paham B.

Joko (nama contoh) hanya karena membaca suatu artikel yang pro dengan Paham A maka ia menjadi berpaham A.
Dan ketika ia membaca artikel yang menjelek-jelekkan paham B, ia ikut menjelek-jelekkan paham B.
Bahkan ia berani mengeluarkan kata-kata kasar untuk memaki paham B.
Padahal ia tidak pernah membaca apa itu paham B yang sebenarnya.


Dan hampir sama dengan Joko, Budi ( nama contoh) berpaham B hanya karena membaca tentang paham B. Dan ikut menjelek-jelekkan paham A ketika ada artikel yang menjelek-jelekkan paham A.
Sama seperti Joko, Budi tidak pernah mencari tau apa itu paham A.


Budi dan Joko sama-sama membela paham masing-masing dan melawan paham yang berbeda dengan kata-kata kotor.
Dan disini, Budi dan Joko diibaratkan hanya "ikut bernyanyi"



"Lantang suara terdengar ocehanmu, bagiku menangandung banyak doktrinisasi"
Pernah kalian membaca suatu artikel atau informasi yang kalau kalian amati, artikel itu seakan-akan mengdoktrin (menghasut) kita yang membacanya agar mengikuti paham tersebut??
Paham A dan Paham B saling mengeluarkan berita untuk mencari dukungan dan menjatuhkan paham lawan masing-masing.

"Dan ku tanyakan apa kesungguhan mu, hingga ku dapat satu senyum tanpa arti"
Dan ketika kita menanyakan kebenaran tentang berita yang kita dapat, kita tidak mendapatkan jawaban yang pasti (berita tersebut kadang berbeda dari satu orang dengan orang lain, atau di masyarakat biasanya memakai ucapan "katanya")

"Kembali ku mendengar teriakkan mu, sangat dekat menghampiri gendang telinga ku"
Dan semakin hari semakin banyak artikel atau informasi yang mengdoktrin kita.

"Hampir ku terbawa ikut bernyanyi, untung ku sadar dari semua lamunanku"
Semakin banyaknya informasi simpang siur membuat kita terpengaruh dan ikut menjelek-jelekkan paham lain dengan kata-kata kasar demi membela paham kita.
Dan di lirik ini secara tidak langsung, kita disuruh sadar bahwa tidak perlu ikut-ikutan memaki paham lain dan kita pun belum tentu benar.


Lagu ini mengajarkan kita untuk tidak mudah terpengaruh, mengajarkan kita berpikir kritis tentang suatu informasi.
Dan jika kita memegang suatu paham, tak perlu kita menjelek-jelekkan paham lain jika kita tidak mencari tahu tentang paham tersebut.

Di tahun 2017 saat saya menulis artikel ini, banyak sekali perpecahan yang terjadi di internet.
Paling umum di temukan adalah perbedaan antara bumi itu datar atau bulat??
Masing-masing kubu mengeluarkan kata-kata kasar.

Ada pula dari segi agama, karena agama saya Islam dan saya tinggal di Indonesia, contoh kali ini antara agama Islam di Indonesia.
Contohnya adalah penganut NU dan Muhammadiyah.
Waktu itu tetangga saya yang Muhammadiyah meninggal dan tidak melakukan tahlilan pada hari pertama, ketiga ,dan ke tujuh.
Sedangkan, mayoritas penduduk di tempat saya tinggal adalah NU.
Ibu-ibu disini bergosip tentang Muhammadiyah seakan-akan Muhammadiyah itu sesat.
Padahal mereka tidak tau, bahwa sebenarnya dalam Islam tidak ada yang namanya tahlilan seperti itu, budaya tahlilan hanya ada di Indonesia.
Saya bukan penganut Muhammadiyah, tapi saya mencari tau apa itu Muhammadiyah dan apa yang membuat dia berbeda dengan NU.

Tak perlu kita berkoar koar tidak jelas, selama perbedaan itu tidak menyimpang dari Agama, Nilai, Norma dan Undang undang yang berlaku.


So, JANGAN IKUT BERNYANYI!


Sebagai penutup mungkin kalian tertarik dengan artikel saya tentang Hoax berikut ini :Hoax dan Generasi Micin