Dua benda yang di bunyikan sebelum adzan sholat atau ibadah umat muslim Indonesia.
Saya pernah melihat film bang haji Rhoma irama, yang dimana saat itu terdapat adegan saat bang haji sholat namun bedug di mushola tersebut di tutup dengan kain karena dianggap bid'ah oleh ustadz setempat.
Yah memang, menggunakan kentongan dan bedug sebelum adzan sholat fardhu adalah bid'ah. Bid'ah sendiri artinya tidak dilakukan oleh Nabi dan orang-orang yang mengatakan bid'ah biasanya benar-benar tidak 'malakukan' bid'ah tersebut dan ada saja yang bilang jika 'bid'ah' tetap dilakukan, timbulnya 'musyrik'.
Setau saya itu mah, saya bukan ahli agama, silahkan Anda tanya ke guru agama Anda untuk lebih jelasnya.
Saya tidak akan membahas tentang bid'ah, karena saya adalah orang awam terhadap agama.
Tapi saya disini akan membahas tentang kentongan dan bedug, dan juga mengapa kentongan dan bedug ada di setiap sebelum adzan sholat fardhu di Indonesia.
Kentongan, kentongan adalah benda yang terbuat dari batang pohon atau bambu yang dilubangi tengahnya. Kalian bisa lihat gambar dibawah ini.
Cara membunyikan kentongan adalah dipukul dengan kayu dan akan menghasilkan suara... Hmmm... Khas lah, saya susah meniru suara dari kentongan.
Kentongan ini dibuat dengan tujuan 'suara sirine' untuk memanggil 'perhatian warga'.
Karena zaman dahulu belum ada hp ataupun speaker masjid, kentongan ini yang digunakan untuk mengumpulkan warga lalu ketika warga berkumpul segeralah berita disampaikan.
Kentongan ini juga dahulu biasa dibawa oleh warga untuk ronda atau berkeliling kampung untuk menjaga keamanan kampung.
Jika ada maling atau pencurian didalam rumah, kentongan ini akan dipukul menggunakan kayu untuk membangunkan warga dan berkumpul sambil teriak 'maling'.
Karena kentongan ini di Indonesia bertujuan untuk mencari 'perhatian warga', maka kentongan ini juga yang di andalkan oleh penyebar Islam di Indonesia untuk mencari perhatian warga dan memberitahu jika sudah tiba waktu sholat.
Nah karena kentongan bertujuan mencari perhatian warga, perhatian penting apa saja. Takut terjadi salah sangka antara saat telah tiba waktu sholat fardhu dan membunyikan kentongan pertanda maling, dibuatkan lah bedug.
Bedug adalah benda yang terbuat dari kayu (awalnya, tapi sudah banyak yang terbuat dari drum atau tempat minyak yang besar dan terbuat dari seng tebal).
Kayu besar dari batang pohon yang dilubangi hingga dalamnya kosong lalu salah satu lubangnya ditutup oleh kulit hewan ternak seperti sapi atau kerbau. Anda bisa lihat gambar dibawah ini.
Bedug jika dipukul akan berbunyi 'dug' hehehe... Kali ini saya bisa menirukan suaranya, beda dengan kentongan.
Bedug ini dari beberapa sumber berasal dari Tiongkok yang bertujuan sebagai sirine sama seperti kentongan. Bedug ini menjadi identik dengan Islam di sekitar Asia tenggara berkat seorang laksamana dari Tiongkok yang beragama islam.
Dua alat ini, kentongan dan bedug bukanlah asli dari Islam dan dalam Islam pun tidak ada tentang bedug dan kentongan.
Saat telah tiba waktu sholat fardhu, adzan lah yang dipilih untuk mengingatkan dan memanggil umat muslim untuk sholat fardhu.
Suatu riwayat dijelaskan, saat Rasulullah dan para sahabat berdiskusi tentang pengingat waktu sholat fardhu, ada salah satu sahabat yang mengajukan usul dengan membunyikan lonceng, namun ditolak karena lonceng adalah ciri khas dari Nasrani sebelum kaum Nasrani ibadah.
Lalu ada sahabat yang mengusulkan membunyikan terompet namun kali ini ditolak juga karena serupa dengan majusi atau penyembah api.
Lalu berkata lah salah satu sahabat (saya lupa namanya) berkata bahwa ia bermimpi ada seorang yang yang memberitahu beberapa kalimat yang menyebut nama Allah yang dijadikan satu. Sahabat itu mencontohkannya lalu berkata nabi bahwa itu adalah mimpi yang benar, Allah telah mengutus malaikat masuk ke dalam mimpi sahabat tersebut untuk memberitahu sesuatu penanda waktu sholat fardhu yang sekarang dikenal sebagai 'adzan'.
Adzan dilakukan dengan cara seseorang naik keatas tempat tinggi (bukit atau bangunan) lalu adzan dengan bersuara lantang agar terdengar kepenjuru desa atau kota.
Disini jelas kentongan dan bedug tidak ada dalam Islam, benar jika kentongan dan bedug adalah bid'ah.
Tapi, salahkah orang yang memakai kentongan dan bedug seperti di Indonesia ??
Menurut saya adalah tidak salah.
Sudah saya jelaskan, budaya di Indonesia kentongan adalah sirine untuk mencari perhatian warga.
Warga yang sedang di ladang ( dahulu ladang dengan pemukiman penduduk sangatlah jauh) jika mendengar suara kentongan akan berhenti sejenak bercocok tanam, dan jika setelah suara kentongan terdengar suara bedug, rakyat Indonesia tau kalau itu adalah pertanda waktu sholat fardhu.
Jika tidak ada kentongan dan bedug, mungkin suara lantang seseorang yang adzan naik ke tempat yang tinggi tidak akan terdengar jelas. Dan tempat tinggi di Indonesia sebut bukit, terdapat banyak pepohonan besar dibukit Indonesia yang sedikit menghalangi suara lantang seseorang jika adzan, berbeda dengan di Arab, bukitnya hampir semua berupa Padang pasir.
Kentongan dan bedug ini mempermudah orang lain pada zaman dahulu untuk mengetahui waktu sholat fardhu sebelum adanya speaker seperti sekarang.
Yang penting setelah dibunyikannya kentongan dan bedug adalah dikumandangkannya adzan sebagai pemanggil umat muslim untuk melaksanakan shalat fardhu.
Jika kalian memanggap bedug bid'ah dan tidak ingin memakainya, yh silahkan, anda benar kok.
Dan jika Anda memakai kentongan dan bedug sebelum adzan, yh silahkan, menurut saya Anda Benar juga kok.
Tapi sekarang penggunaan kentongan dan bedug telah diganti oleh speaker yang lebih efisien dan efektif untuk mengingatkan warga jika telah tiba waktu sholat fardhu.
Perbedaan itu rahmat, tapi jangan mau dibeda-bedakan.
Sekian artikel saya, jika artikel saya bermanfaat bagi Anda, saya minta keikhlasan hati Anda untuk mengklik satu saja iklan di blog saya ini demi keberlangsungan kehidupan saya dan keluarga serta blog ini.
Dan sedikit catatan, saya sengaja tidak menjelaskan begitu detail tentang pembahasan ini agar kalian berpikir kritis mencari celah pertanyaan dan mencari sumber lain.

comment 0 komentar
more_vert