MASIGNALPHA101

Awal mula #2019GantiPresiden

Awal mula #2019GantiPresiden
Wednesday, August 29, 2018
Di Tahun 2018 ini, iklim politik di Indonesia semakin panas dirasakan.
mungkin karna 2019 nanti akan di adakan pemilu Presiden dan wakil presiden.
jika dulu sebelum pemilihan gencar dilakukan "serangan Fajar", namun kini dimasa teknologi dan informasi, sebelum pemilu, para pendukung calon gencar melakukan dukungan di media sosial bahkan tidak sedikit yang menyebarkan hoax.

ada yang unik di pemilu kali ini, yaitu adanya #2019GantiPresiden diberbagai media sosial.
hastag ini menyebar luas bahkan sangat kuat.
Tapi apa sebenarnya yang menimbulkan #2019GantiPresiden??



sebenernya hastag ganti presiden sudah ada di tahun-tahun sebelum ini, hanya tahunnya saja yang berbeda seperti #2018GantiPresiden pada tahun 2017, dan mungkin tahun-tahun sebelumnya juga terjadi.
tapi #2019GantiPresiden lah yang sangat booming.

saya tidak berniat mendukung satu pihak ataupun melecehkan satu pihak lain, ini adalah artikel opini saya tentang penyebab #2019GantiPresiden.





diawali kasus pendugaan penistaan agama (Islam) yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas pidatonya di kepulauan seribu yang dianggap melecehkan Umat Islam karna membawa ayat Alquran dalam pidatonya.

kasus tersebut membuat umat Islam di seluruh Indonesia bersatu dan membuat demo besar-besaran di Tugu Monas, Jakarta.
Aksi ini disebut sebagai aksi Bela Islam.
Lambannya hukum kepada terduga penistaan Agama membuat aksi bela islam dilakukan beberapa kali.

ribuan bahkan jutaan umat muslim Dari pelosok negri datang menghadiri aksi tersebut yang menuntut Gubernur DKI Jakarta, ahok di hukum atas pidatonya.
Aksi ini pun mencuri perhatian publik bahkan sampai mancanegara meliput aksi tersebut.

Aksi ini bisa dibilang sukses bagi masa yang mendukung, karna Gubernur Ahok dinyatakan bersalah serta di Hukum Pidana sesuai pasal yang berlaku.

sempat mereda kepanasan umat beragama di Indonesia, namun hal itu hanya sementara saja.



Terjadi kembali kasus yang membuat umat islam di Indonesia panas hati.
di awal tahun 2018 banyak terjadi pembacokan para ulama Di Indonesia.
pihak aparat yang menyelidiki hanya mengatakan pelaku pembacokan adalah orang "gila" atau orang yang mental kejiwaannya terganggu.

tapi banyaknya kasus pembacokan ulama membuat umat muslim marah, ditambah setiap ada kasus pembacokan ulama, pihak aparat tidak menyelidiki secara detail dan hanya mengatakan pelaku adalah "orang gila".
para pemuka Agama berpendapat yang intinya "kalau orang gila kenapa mengincar pemuka agama?? kalau memang orang gila, yang namanya orang gila pasti menyerang siapa saja yang ia temui dan dimana saja.
Tapi kasus ini, pelaku sampai masuk majid untuk menganiaya para pemuka agama setempat. kan aneh".

umat muslim Indonesia pun beropini ada pihak yang ingin menghancurkan islam dengan cara membunuh satu persatu ulama dan pihak aparat melindungi mereka dengan mengatakan pelaku adalah orang gila.

kali ini kepercayaan umat muslim kepada pihak aparat semakin menurun.

lalu kasus pembacokan ulama disambung dengan oknum umat islam yang membom sebuah gereja di Surabaya.
kali ini aparat turun tangan sampai densus 88 serta petinggi aparat turun tangan.

kasus ini menambah panas umat islam.
umat Islam sebagai agama mayoritas merasa di anak tiri kan oleh aparat dan pemerintah.
bagaimana tidak?, beberapa ulama dianiaya polisi hanya bilang "orang gila", giliran kasus yang menimpa non muslim, aparat turun semua dan melakukan penyelidikan secara serius.
apa karna kasus yang menimpa non muslim melibatkan "bom" dan tempat ibadah sehingga dikhawatirkan dilakukan oleh terroris??
para ulama di stasiun televisi dalam acara Indonesia Lawyer Club membeberkan ternyata tahun tahun sebelumnya masjid tempat ibadah umat Islam di daerah pelosok banyak yang dibakar oleh non muslim, kasus ini dilaporkan ke polisi tapi tidak ada penyelidikan yang jelas. berbeda dengan kasus yang menimpa non muslim.

umat islam merasa kecewa dengan pemerintah dan aparat dalam menegakkan hukum.



lalu kasus terakhir menurut saya yang membuat umat Islam geram terhadap pemerintah. yaitu dengan di adakannya sistim ulama bersertifikat dari mentri agama.
ulama yang tidak mendapat rekomendasi dari mentri agama tidak berhak ceramah karna di anggap memecahbelah bangsa.
keputusan mentri agama yang tidak berkonsultasi kepada MUI selaku Organisasi yang memayungi organisasi-organisasi islam yang ada di Indonesia.
Dan yang membuat umat Islam marah adalah adanya daftar ulama yang dilarang untuk publik mendengar ceramahnya dan itu adalah petinggi petinggi yang menggerakan aksi bela Islam seperti Habib Rizieq Syihab.
keputusan menteri agama ini tentu semakin membuat panas umat islam setelah sebelumnya banyak terjadi kasus yang menimpa umat islam.


dari serangkaian kasus yang terjadi, Presiden Joko Widodo dianggap acuh tak acuh terhadap hal yang menimpa umat islam.
Sehingga kuat publik ingin mengganti Presiden pada pemilu 2019 nanti.

tidak sedikit para penceramah yang kecewa dan mengomandoi untuk tidak memilih presiden Jokowi dalam pemilu selanjutnya.
lalu generasi muda memanfaatkan media sosial untuk menggencarkan aksi tersebut dengan hastag #2019GantiPresiden.


selain dari segi Agama, sebenarnya ada juga dari kalangan lain yang ikut gabung dalam gerakan #2019GantiPresiden.
ada sebagian masyarakat yang kecewa dengan kebijakan presiden dan tidak sesuai dengan janjinya pada pemilu 2014 lalu.seperti keputusan presiden yang mempermudah tenaga kerja asing (dari china) untuk bekerja di Indonesia sedangkan rakyat Indonesia sendiri banyak yang pengangguran serta membutuhkan pekerjaan, hal ini berbeda dengan janji presiden Jokowi yang akan membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja Indonesia.

ada juga yang beropini bahwa Jokowi adalah komunis karna mempermudah tenaga kerja asing dari china.
sebagaimana kita tau bahwa Indonesia punya sejarah pahit tentang komunis dan sangat membenci komunis.



sekian artikel saya, sekali lagi saya tidak bermaksud membela satu pihak dan melecehlan pihak lain. ini adalah riset saya tentang #2019GantiPresiden.

siapapun presidennya nanti, harus kita dukung. karna kita Indonesia.
mari ciptakan pemilu yang aman dan damai demi persatuan Bangsa dan Negara Indonesia.